Jay Idzes Kembali, Sassuolo Menang, “Menteri Pertahanan” Aquilani
Media Italia, Tuttomercatoweb, menyebut kembalinya Jay Idzes sangat penting dalam memberikan soliditas di lini bertahan Sassuolo.
Kembalinya Jay Idzes ke susunan sebelas pemain awal Sassuolo diikuti dengan raihan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadion Mapei, Sabtu (29/8/2026).
Gol kemenangan Sassuolo dipersembahkan oleh Cristian Volpato dan Domenico Berardi. Di sisi lain, Torino hanya bisa sekali membalas via tandukan Pietro Comuzzo.
Raihan kemenangan Sassuolo tak bisa dilepaskan dari kontribusi Jay Idzes di lini belakang.
Jay Idzes Berikan Soliditas
Laga melawan Torino jadi momen kembalinya bek Timnas Indonesia, Jay idzes, ke susunan sebelas awal Sassuolo.
Sebelumnya, Jay Idzes hanya jadi cadangan ketika Sassuolo menang 3-0 atas Cesena di babak 64 besar Coppa Italia dan sewaktu tim takluk 1-2 di markas Atalanta pada pekan pertama Liga Italia 2026-2027.
“Mantan pemain Venezia tersebut dengan cerdik mengawal pemain tangguh seperti Giovanni Simeone,” demikian penilaian dari Eurosport Italia yang memberikan nila 6,5 bagi Jay idzes.
Saat bertamu ke markas Atalanta pekan lalu, pelatih Sassuolo, Alberto Aquilani, mengandalkan duet Cas Odenthal dan Tommaso Macchioni di jantung pertahanan dalam skema empat bek.
Aquilani lantas mengganti komposisi di sentral pertahanan timnya dalam duel melawan Torino.
Jay Idzes dipercaya mentas sebagai starter, berdampingan dengan pesepak bola Belgia berusia 23 tahun, Fedde Leysen.
Mereka diapit oleh Simone Cinquegrano dan Josh Doig yang beroperasi di terluar lini pertahanan.
“Kembalinya dia sangat penting, memberikan soliditas. Dia menjadi tembok untuk menggagalkan serangan dari tengah,” tulis Tuttomercatoweb yang melayangkan ponten 6 buat Jay Idzes yang tampil penuh di laga kontra Torino.
Antisipasi Pergerakan Lawan
Di sisi lain, situs Canale Sassuolo menyorot betapa krusialnya sang “menteri pertahanan” Jay Idzes buat pasukan Aquilani.
“Sang menteri pertahanan kembali dari cedera yang membuatnya absen sepanjang pramusim, menunjukkan, jika memang masih diperlukan, betapa pentingnya kehadirannya di jantung pertahanan.”
“Dia selalu mengantisipasi lebih dahulu pergerakan lawan seperti (Che) Adams yang sulit dihadapi, mengambil beberapa risiko terukur layaknya pemain berpengalaman seperti dirinya, dan menggagalkan tembakan berbahaya Simeone,” tulis Canale Sassuolo.